dan pusatnya di National Youth Center, Cheonan ini...
Banyak banget ya.. dan semuanya connected, ada sistem informasi
yang bisa menghubungkan semua organisasi tersebut...
(hmmm... comparing to Indonesia?)
So.. pemerintah mereka bener-bener serius ngurusin pemudanya...
Tapi, memang NYC ini bikin cemburu, karena
mereka mendapat support lebih banyak dibanding organisasi lain
(sama kaya di Indonesia).
Tapi, NYC memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan pemuda
di Korea Selatan melalui program-programnya...
Jadi tidak menghabiskan dana pemerintah tanpa memberikan
imbal balik nyata dan terukur.

Baban dan Fathur jadi bagian dari tim sepakbola NYC.
Hari ini kita ikut Sport Program di NYC
Mereka mengadakannya 2 kali setahun
Pesertanya dari Cheonan dan Pyung Thang Youth Center
prinsip main bola mungkin seperti prinsip kepemimpinan
ada posisi dan ada yang ngatur posisi (coach)
jadi, begitu saya akan jadi pemain pengganti,
coach langsung mengarahkan posisi mana yang harus diisi
Ngga jauh beda ama prinsip kepemimpinan
harus ada arahan (ini prinsip kepemimpinan) kepada orang
untuk mengisi posisi (placing) sesuai dengan kemampuannya
(competency based).
Jadi, tim bisa menjadi harmonis. Main bolanya jadi nikmat
Seharusnya kepemimpinan yang baik bisa membuat
'para pemain timnya' bisa menikmati perjalanan organisasi
Ibarat kata kita ini (mahasiswa S2 adalah pemain....
mungkin pemain cadangan)
maka butuh coach yang bisa memberikan arahan (dr kemenegpora?)
sehingga kompetensi kita bisa optimal ketika menempati posisi
yang memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan pemuda
di Indonesia.
No comments:
Post a Comment