Thursday, October 04, 2007

Day 4: Belajar Memanah & Berkuda



Jum'at, pagi2 kita belajar memanah. ternyata ngga gampang. kayanya kita perlu ada session training outdoor memanah. karena, ketika diajar training memanah, ternyata bukan teknih memanah yang menarik.. tapi filosofi di belakangnya....
Ini kata sang trainer...


1. Panah dalam posisi awal berbeda ketika akan dipakai. Artinya, kita harus berubah menyesuaikan kondisi
2. Panah tidak ada artinya tanpa anak panah, butuh partnership yang komplemen
3. Mengapa panah jadi olahraga, padahal dulu digunakan untuk berburu? Karena sekarang panah terlalu lambat dibandingkan pistol atau senapan. Dunia selalu berubah.
4. Posisi tangan di ujung busur sangat menentukan arah anak panah yang melesat. Posisi tangan yang memegang tali busur menentukan bagaimana jarak tempuh anak panah.
5. Ternyata ngga mudah untuk melepaskan anak panah walaupun busur sudah direntangkan. Itu karena masih ada rasa takut. Jadi, untuk melesatkan anak panah, rasa takut harus dihilangkan.

Setelah itu kita latihan memanah step by step, untuk menunjukkan proses bagaimana kemampuan kita memanah.
Dan terakhir memanah dengan menggunakan target. Yang hasilnya, tidak ada satu pun yang tepat.

Subhanallah, baru kali ini saya mendapat penjelasan tentang makna olah raga memanah sambil langsung praktek memanah. Alatnya sederhana, tapi maknanya dalam....

Siang ini kita akan berlatih berkuda...
Jadi, rupanya Islami juga training mereka, hanya saja galian hikmahnya lebih ke filsafat ketimbang spiritual.



1. Belajar berkuda mulai dari cara nuntun kuda, jangan terlalu di depan atau dibelakang. takut terinjak. Berdiri saja di dekat kuda 1/2 langkah, jadi bisa mengendalikan kuda. Ini ada hubungannya dengan ledaership (versi saya minimal), bahwa jadi leader harus di depan, tapi ngga usah ninggalin anak buahnya terlalu jauh, sehingga masih ada kendali untuk mengarahkan.
2. Terus ngasih makan kuda pake wortel. Ternyata kudanya jadi lebih nurut. Kalau dihubungkan dengan leadership, bisa jadi wortel itu adalah reward yang bisa memotivasi, sehingga leader makin dihargai untuk dituruti arahannya
3. Riding horse melintasi area berbentuk lingkaran. cuma 5 orang yang nyoba. ternyata ngga mudah juga. Kalau dihubungkan lagi ama kepemimpinan, bisa jadi bahwa leader dan anak buahnya memang harus punya lintasan untuk mencapai tujuan.

So.. that's all for today... see u tomorrow...

No comments: